Friday, September 29, 2017

Tugas 1 – Komunikasi Bisnis
Nama  : Anindita Mindarto
Kelas  : 4EA11
NPM   : 11214276

1. Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis
 Ø  Dasar Komunikasi
            Komunikasi  adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.
Komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa verbal, kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
Komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa nonverbal, gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.
            Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
-          Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
-          Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
-          Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
-          Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
-          Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
-          Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol").

 Ø  Komunikasi Bisnis
            Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang dilaksanakan dalam dunia bisnis yang meliputi berbagai bentuk komunikasi baik itu komunikasi verbal ataupun nonverbal. Sementara secara umum komunikasi bisnis ialah pertukaran gagasan, informasi, pendapat, dan instruksi yang mempunyai tujuan tertentu yang disajikan secara personal ataupun impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal-sinyal.

2. Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis
            Komunikasi bisnis merupakan setiap komunikasi yang dipergunakan untuk berbagai kepentingan bisnis, seperti untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, atau untuk mempromosikan satu gagasan, produk, servis, atau pun suatu organisasi.
Dalam komunikasi bisnis, terdapat beberapa tujuan tertentu. Berikut ini adalah beberapa tujuan komunikasi bisnis yakni :
1. Meningkatkan goodwill (nama baik) perusahaan.
2. Meningkatkan hubungan baik perusahaan dengan masyarakat.
3. Meningkatkan fungsi kepemimpinan dalam perusahaan.
            Komunikasi bisnis juga memiliki fungsi - fungsi penting dalam kelancaran aktifitas dalam sebuah perusahaan. Berikut adalah 4 fungsi penting dari komunikasi bisnis yang perlu anda ketahui:
1. Fungsi Informatif
Dalam konteks fungsi informatif, aktivitas yang kita lakukan berperan memberikan informasi tentang bisnis kita, pada saat yang mungkin bersamaan kita juga mencari informasi tentang siapa pesaing kita, bagaimana kondisi perusahaan dan kekuatannya pada pangsa pasar (market place). Contoh fungsi informatif yaitu suatu perusahaan memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggannya mengenai produk yang ditawarkan. Fungsi informatif dari kegiatan komunikasi akan membawa perubahan pada bidang kognitif setiap pelaku komunikasi bisnis, baik level internal maupun eksternal.
2. Fungsi persuasif
Dalam fungsi persuasif/motivatif ini, tujuan komunikasi diarahkan untuk memberikan treatment agar orang lain merubah sikap, pendapat dan perilakunya seperti yang diinginkan oleh komunikator.dalam organisasi bisnis internal fungsi ini dijalankan untuk membangun komitmen para pelakunya terhadap organisasi atau lembaga tempat ia bekerja, dari mulai manajer hingga tukang sapu, sehingga visi, misi, strategi dan taktik dapat berjalan secara efektif dalam memcapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi persuasif ini tentu saja perlu diterapkan dalam berkomunikasi bisnis dengan lingkungan eksternal. Hal ini penting, misalnya bagaimana agar para pemilik modal mau berinvestasi diperusahaan kita.dan yang terpenting dalam strategi dan taktik pemasaran sebagai ujung tombak perusahaan agar konsumen tetap loyal mengkonsumsi atau menggunakan produk yang kita pasarkan.
3. Fungsi Kontrol
Tanpa adanya fungsi kontrol dalam komunikasi bisnis, operasional organisasi tidak dapat berjalan secara efektif. Fungsi kontrol dalam konteks komunikasi bisnis, artinya mengkomunikasikan atau yang harus dikerjakan atau tidak harus dikerjakan oleh oleh bawahan atau manajer sekali pun. Fungsi ini dapat berjalan efektif bila (1) informasi yang disampaikan jelas, akurat dan tidak mengandung ambiguitas yang berlebihan; (2) komunikasi yang dilakukan sekaligus memperkaya skill bawahan; (3) bahwa mampu menggunakan informasi tersebut; (4) membuka saluran umpan-balik.
4. Fungsi Emotif 
Dalam kerangka kerja komunikasi bisnis fungsi emotif meningkat ke penerapan (acceptance) isi pesan, karena berkaitan dengan rasa suka tidak suka, benci dan cinta, puas atau tidak puas kegembiraan dan kesedihan, menyenangkan atau kedekatan emosional lainnya. Contohnya yaitu isi pesan yang disampaikan telah memasukkan semua informasi yang dibutuhkan pihak lain sehingga mereka akan merasa puas terhadap pesan tersebut.
Contoh Kasus:
PT Golden Castle , bergerak dalam bidang konveksi atau textil, mengalami permasalahan antara perusahaan dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi yang disebabkan oleh adanya miss communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan kebijakan dalam perusahaan mengenai penghitungan gaji atau upah kerja karyawan, namun pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak perusahaan. Para karyawan mengambil tindakan yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada PHKbesar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan manapun pasti pernah mengalami permasalahan internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. Mulai dari derajat dan lingkup permasalahan yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. Contoh lainnya dari permasalahan yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak permasalahan dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan.

3. Komunikasi Dalam Organisasi
            Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi dalam organisasi yaitu proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam hubungan jaringan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah. 
            Proses komunikasi dalam organisasi
Sebelum komunikasi dapat terjadi dibutuhkan suatu tujuan yang terekspresikan sebagai pesan untuk disampaikan antar seorang sumber dan penerimanya yang menghasilkan transfer dan pemahaman data, proses komunikasi (communication process) sebagai berikut :
Pengirim-Penyandian-Pesan-Saluran-Penerjemah Sandi-Penerimaan-Gangguan-Umpan Balik.
Pengirim mengirimkan sebuah pesan dengan cara menyandikan pemikirannya. Pesan tersebut adalah produk fisik aktual dari penyandian oleh pengirim. Saluran merupakan perantara yang dipakai pesan dalam menempuh perjalanan. Saluran tersebut dipilih oleh pengirim, apakah ia hendak menggunakan saluran yang formal atau informal. Saluran formal (formal channels) disediakan oleh organisasi dan berfungsi sebagai penyampai pesan-pesan yang berhubungan dengan aktivitas profesional dari para anggotanya. Saluran informal (informal channels) yaitu saluran komunikasi yang diciptakan secara spontan dan muncul sebagai tanggapan terhadap pilihan-pilihan individual. Penerima adalah objek yang menjadi sasaran dari pesan itu. Tetapi sebelum pesan tersebut dapat diterima, simbol-simbol didalamnya harus diterjemahkan menjadi bentuk yang dapat dipahami oleh penerima. Langkah ini disebut penerjemahan sandi dalam pesan. Gangguan mewakili berbagai hambatan komunikasi yang mengacaukan kejelasan pesan. Mata rantai yang trakhir dalam proses komunikasi adalah lingkaran umpan balik yaitu sarana pengecekan mengenai seberapa berhasil kita telah menyampaikan pesan kita seperti yang dimaksudkan pada awalnya. Hal ini mementukan apakah pemahaman telah tercapai.
Contoh Kasus:
Nasional KPK : Freeport Bilang Dana ke Polri Resmi
Komisi Pemberantasan Korupsi belum bisa turun langsung mengusut aliran dana dari PT Freeport senilai US$14 juta kepada instansi Polri. KPK menunggu hasil audit dan informasi resmi. Apakah itu dana resmi, bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility), atau gratifikasi?
"Website Freeport bilang itu resmi ke pemerintah. Kalau dana resmi, bukan gratifikasi," kata juru bicara KPK Johan Budi di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin 31 Oktober 2011.
Menurut Johan, harus ditelusuri apakah dana-dana itu masuk bagian dari dalam kontrak karya pemerintah pusat ataupun otonomi daerah setempat, termasuk Muspida dan aparat keamanan di Papua.
Bila memang terbukti dana resmi, maka diharuskan ada hasil auditnya. Audit dilakukan lembaga resmi negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kita lihat dulu perjanjian Freeport dengan pemerintah. Bukan tunggu ada yang laporkan, tapi paling tidak, ada audit penelusuran," kata Johan. KPK tidak bisa serta-merta masuk dan mengusut.
Johan menegaskan, memang ada banyak informasi hilir-mudik yang menyebut status dana Freeport ke Polri. Tetapi, KPK tetap menunggu keterangan resmi dari Freeport dan pemerintah. "Ada yang desak KPK turun tangan, KPK tidak bisa didesak-desak," tegas Johan.
Soal dana ini, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo sendiri tidak membantah adanya pemberian uang dari PT Freeport Indonesia kepada para personel Polri. Kapolri menilai itu merupakan hal lazim dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Kalau ada bantuan dari salah satu instansi yang diamankan tentunya itu bagian dari uang saku. Tapi itu sekali lagi bisa dipertanggungjawabkan," kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum'at 28 Oktober 2011 kemarin.




Thursday, May 11, 2017

Tulisan2_Etika Bisnis

Keabsahan Lipstik Wardah

            Dalam penulisan ini saya akan memilih produk lipstik dari wardah. Dari sekian banyak lipstik yang terjual pada zaman sekarang, saya lebih suka dengan wardah. Karna dengan harganya murah, warnanya juga sangat cocok di bibir saya. Saya pernah coba lipstik dengan merek lain itu tidak cocok dibibir saya, ada yang bikin bibir saya jadi percah-pecah, atau terkadang seperti panas atau perih ketika di pakai dibibir saya. Di wardah sendiri ada banyak macam seperti lip cream, atau yang lainnya. Tetapi saya lebih memilih lipstiknya, karna lebih pigmented di bibir dan tidak bikin bibir pecah-pecah dan dibibir juga awet tahan lama selama kita tidak makan.

            Wardah mengiklannya juga sangat menarik perhatian saya, dengan model artis yang pas untuk pemakaian lipstiknya saya jadi tertarik untuk mencobanya. Sejak saya sekolah sampai sekarang saya selalu pakai lipstik dari wardah. Apa yang di iklankann dari wardah terbukti dengan yang saya pakai sekarang.



Tugas3_Etika Bisnia

Komunikasi Formal dan Informal
  • ·         Komunikasi Formal
Saya akan berbagi pengalaman saya saat berbicara formal, biasanya bicara formal dilakukan kepada orang yang lebih tua atau dengan lawan bicara yang dilakukan saat pembicaraan resmi, contohnya kepada Kepala Sekolah saya saat di SMA.

Saya : Assalamuallaikum, permisi bu boleh saya masuk?

Kepala Sekolah : Waallaikumsalam, ada apa?
Saya : Saya ingin ibu menandatangani surat perizinan ini, untuk acara Pensi di sekolah kita, ibu bisa lihat isi proposalnya
Kepala Sekolah : Saya lihat terlebih dahulu kemudian saya tanda tangani
Saya : Baik, terimkasih bu
  • ·         Komunikasi Informal
Saya akan berbagi pengalaman saya saat berbicara informal, biasanya berbicara informal dilakukan sehari-hari kepada teman dan tidak resmi.

Saya : Eh nanti siang mau makan dimana nih guys? 

Shara : Makan ayam bude aja kuy
Saya : Iya kuy udah lama ga makan ayam bude yaaak
Shara : Yaudah ntar ajak aja yang lainnya biar rame 

Friday, April 14, 2017

Tulisan 1_Etika Bisnis

Kasus Penipuan Dominasi Kejahatan "Cyber"

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus-kasus cyber crime di Indonesia didominasi oleh kasus penipuan, baik penipuan lewat internet maupun telepon. Laporan yang diterima polisi bukan laporan korban penipuan, melainkan sebatas laporan adanya praktik penipuan.

Kepala Subdirektorat IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Audie Latuheru mengatakan, jumlah laporan penipuan itu mencapai 40 persen dari seluruh kasus cyber crime. "Dilanjutkan dengan kasus pencemaran nama baik sekitar 30 persen dan sisanya adalah kejahatan pencurian data (hacking) dan kejahatan cyber lainnya," katanya saat ditemui Kompas.com di kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (15/4/2013) petang.

Menurut Audie, kasus pencemaran nama baik banyak terjadi karena maraknya penggunaan situs jejaring sosial. Namun, jumlahnya belum bisa menyaingi kasus penipuan yang marak terjadi.

Secara keseluruhan, kasus cyber crime di Indonesia mencapai jumlah sekitar 520 kasus di tahun 2011 dan 600 kasus di tahun 2012. Audie mengatakan, jumlah ini akan terus meningkat seiring meningkatnya laporan masyarakat.

Adapun jumlah kasus yang bisa diungkap tidak bisa didata dengan pasti. Audie mengatakan bahwa penangangan terhadap kasus-kasus kejahatan seperti ini masih terkendala masalah ruang. Ia mengatakan, dunia maya adalah dunia tanpa batas. Oleh karena itu, polisi memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengungkap kasus penipuan semacam ini.

"Penanganannya bisa cepat, sehari langsung tertangkap, bisa juga lama. Ada kasus yang dilaporkan dari tahun 2011, tetapi sampai tahun ini belum selesai. Semua tergantung kreativitas pelaku dalam menyembunyikan dirinya," kata dia.

Saat ini Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sedang menyelidiki penipuan lewat SMS. Jenis penipuan tersebut berupa penawaran tiket murah, memenangkan undian, pembayaran uang kontrak rumah, penawaran elektronik murah, dan sebagainya. Audie mengatakan, sebagian besar laporan yang diterima polisi bukan berupa laporan karena tertipu, melainkan laporan yang berisi informasi bahwa pelapor menerima SMS berbau penipuan tersebut.

"Masyarakat sekarang sudah mulai pintar. Kami hanya menerima laporan informasi saja, tanpa adanya kerugian dari pelapor," katanya.
Audie mengatakan, pada Februari 2013 tercatat ada satu laporan kerugian atas penipuan SMS undian dan penawaran tiket murah.



Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/15/22095149/Kasus.Penipuan.Dominasi.Kejahatan.Cyber

Tugas 2_Etika Bisnis

Pengalaman Berbelanja Online


          Waktu itu saya pernah beberapa kali belanja online, salah satunya di Lazada, karena barang yang saya lihat menarik dan juga tawaran dari harga yang murah-murah. Lalu saya tertarik untuk membeli sebuah tas. Saya lihat-lihat ada banyak berbagai tas yang tersedia. Di website tersebut sudah tersedia box description dari setiap tas, mulai dari bahan dari tas itu, ukuran, dan juga warnanya serta harga yang sudah dicantumkan jadi kita tidak perlu repot-repot untuk menanyakan bagaimana deskripsi dari tas itu. Kemudian saya mencoba membeli salah satunya.  Caranya cukup mudah, tambahkan barang yang kita ingin beli ke dalam list/cart/keranjang,kemudian lanjut ke pembayaran, di dalam pembayaran sendiri sudah terinci dari harga dan jumlah pesanan yang kita akan beli. Kemudian lanjut  proses pembayaran dan disini tersedia beberapa pilihan pembayaran yang akan kita bayar seperti melalu Bank Transfer, Kartu Kredit/Debit Online, bahkan kita bisa membayar  di tempat dan waktu itu saya lebih memilih untuk bayar ditempat dikarenakan biasanya barang sehari sudah sampai. Kalau transfer uang lewat bank biasanya, menunggu selama 2-3 hari karna dibutuhkan beberapa proses dari uang yang sudah di transfer apa belum. Setelah kita memesan barang, pasti pihak dari Lazada mengirimkan pesan memberi tahu saya kalo barang sudah di proses dan akan di kirim. Besoknya barang pesanan saya sampai, dan di packing dengan rapi menggunakan plastik dan di box. Dari barang nya tersebut bahannya bagus, warna sesuai yang saya mau, dan sesuai dengan yang dijelaskan pada box description.


Sunday, July 17, 2016

Tulisan 10

DIRECT dan INDIRECT SPEECH (Kalimat Langsung dan Tak Langsung)

Direct Speech adalah kalimat yang diucapkan langsung dari si pembicara. Kalimat tersebut tidak diubah atau ditambah.
Contoh :
-Erfin said, “I am so happy”.
-They said, “We have watched football game”.

Indirect Speech adalah kalimat yang berasal dari kalimat langsung yang diceritakan kembali dalam bentuk yang lain.
Contoh :
-Erfin said that he was so happy
-They said that they had watched football game.

Catatan :
Jika Kata Kerja dalam induk kalimat bentuknya adalah PRESENT dan PRESENT PERFECT atau adanya suatu keterangan yang umum pada induk kalimat, maka tidak ada perubahan waktu dalam Kalimat tidak langsung.
Contoh :
-She asks me, “Are you sleepy?” She asks me wether I am sleepy
-He has told us, “I am hungry.” He told us that he is hungry
-She told me,“the sun rises in the east”.
-She told me that the sun rises in the east

Tetapi apabila Kata Kerja dalam kalimat bentuknya selain dari PRESENT dan PRESENT PERFECT maka terjadi perubahan waktu pada Kalimat tidak langsung.
Contoh :
-Simple Present menjadi Simple Past
a. He told me, “I go to work everyday.”
b. He told me that he went to work everyday.

-Present Continuous menjadi Past Continuous
a. She told me, “I am playing music now”.
b. She told me that she was playing music then.


Tulisan 9

PENGGUNAAN SO AND SUCH
Penggunaan Bentuk So + Adjective
“So” dapat dikombinasikan dengan kata sifat untuk menunjukkan “sangat.” Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     The sound is so loud! I wish he would turn it down.
·                     The ice cream was so good! It was worth the money.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” untuk menunjukkan “sangat” yang menyebabkan hasil tertentu. “that” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     The sound is so loud that he can’t sleep.
·                     The sound is so loud he can’t sleep.
·                     The ice cream was so good that I decided to have it again tonight.
·                     The ice cream was so good I decided to have it again tonight.
Penggunaan Bentuk So + Adverb
“So” dapat dikombinasikan dengan adverbia untuk menunjukkan tindakan yang ekstrim. Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     He run so slowly! He sounded like an snail.
·                     She cooks so well! I am sure she is going to become a great chef.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” untuk menunjukkan tindakan ekstrim yang menyebabkan hasil tertentu. “That” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     He run so slowly that I couldn’t catch him.
·                     He run so slowly I couldn’t catch him.
·                     She cooks so well that I wanted to eat her cuisine again.
·                     She cooks so well I wanted to eat her cuisine again.
Penggunaan Bentuk So + Many/Few + Plural Noun
“So” dapat dikombinasikan dengan “many” atau “few” ditambah kata benda jamak untuk menunjukkan jumlah yang ekstrem. Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     I never knew she had so many dogs!
·                     She has so few books! It’s really hard for her.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” untuk menunjukkan jumlah yang ekstrem yang menyebabkan hasil tertentu. “That” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     I never knew she had so many dogs that she had to buy tons of dog food.
·                     I never knew she had so many dogs she had to buy tons of dog food.
·                     She has so few books that she often got difficulties in her study.
·                     She has so few books she often got difficulties in her study.
Penggunaan Bentuk So + Much / Little + Non-countable Noun
“So” dapat dikombinasikan dengan “Much” atau “Little” ditambah Non-countable Noun untuk menunjukkan jumlah yang ekstrem. Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     Jane earns so much money! And she still has trouble paying the rent.
·                     He has so little food! We need to help him.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” untuk menunjukkan jumlah yang ekstrem yang menyebabkan hasil tertentu. “That” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     Jane earns so much money that she can buy everything.
·                     Jake earns so much money she can buy everything.
·                     He has so little food that he is starving to death.
·                     He has so little food he is starving to death.
Penggunaan Bentuk So + Much / Little / Often / Rarely
“So” dapat dikombinasikan dengan kata-kata seperti “Much,” “Little,” “Often” atau “Rarely” untuk menggambarkan seberapa banyak atau seberapa sering seseorang melakukan suatu tindakan. Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     Aron eats so much! It’s not good for his health.
·                     His sister visits us so rarely! We really miss her.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” untuk menunjukkan hasil dari tindakan ekstrim. “That” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     Aron eats so much that his belly is getting bigger.
·                     Aron eats so much his belly is getting bigger.
·                     His sister visits us so rarely that our kids wouldn’t even recognize her.
·                     His sister visits us so rarely our kids wouldn’t even recognize her.
Penggunaan Bentuk Such + Adjective + Noun
“Such” dapat dikombinasikan dengan kata sifat dan kata benda untuk menunjukkan sesuatu yang ekstrem. Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     Denis has such a big house! I think it’s a little too much for her.
·                     She has such beautiful hair! I have never seen that glorious hair before.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” untuk menunjukkan sesuatu yang ekstrem yang menyebabkan hasil tertentu. “That” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     Denis has such a big house that I don’t know the way to the bathroom.
·                     Denis has such a big house I don’t know the way to the bathroom.
·                     She has such beautiful hair that she got a job as a model.
·                     She has such beautiful hair she got a job as a model.
CATATAN: Ingat bahwa tanpa kata benda Anda perlu menggunakan “begitu.”
contoh:

·                     such beautiful hair that
·                     so beautiful that
Penggunaan Bentuk Such + Judgemental Noun
“Such” juga dapat dikombinasikan dengan kata benda untuk menghakimi dan penekanan. Bentuk ini sering digunakan dalam seruan.
contoh:

·                     She is such an idiot! She says the stupidest things.
·                     Ronny is such a genius! We could never do this without him.
Bentuk di atas dapat dikombinasikan dengan “that” menunjukkan hasil tertentu. “That” biasanya bersifat opsional.
contoh:

·                     She is such an idiot that nobody would hire her.
·                     She is such an idiot nobody would hire her.
·                     Ronny is such a genius that he immediately accepted at the famous university.
·                     Ronny is such a genius he immediately accepted at the famous university.


Penggunaan Third Conditional

Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).

Ada 4 tipe conditional sentence yang biasa digunakan, yaitu: tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 0. Condition pada conditional sentence tipe 1 mungkin dipenuhi, tipe 2 tidak atau hampir tidak mungkin dipenuhi, tipe 3 tidak mungkin dipenuhi (unreal), sedangkan tipe 0 selalu terwujud karena merupakan scientific fact/kebenaran ilmiah.

Conditional sentence type 3 atau third conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Contoh Kalimat Conditional Sentence type 3

(+)
If you had remembered to invite me, I would have attended your party.
(Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu.)
Fakta:
but you didn’t remember
(tapi kamu tidak ingat)

If I had given the interviewer really good answers, I might have got a higher position than you.
(Jika saya memberi jawaban yang benar-benar bagus ke pewawancara, saya mungkin memdapatkan posisi yang lebih tinggi dari kamu.)
Fakta:
but I didn’t give really good answers
(tapi saya tidak memberikan jawaban yang benar-benar bagus)

(-)    
If the waitress had been careful, she wouldn’t have broken many plates.
(Jika pelayan tersebut hati-hati, dia tidak akan memecahkan banyak piring.)
Fakta:

but the waitress wasn’t careful
(tapi pelayan tersebut tidak hati-hati)

(?)    
If he had asked you for forgiveness, would you have forgiven him?
(Jika dia meminta maaf kepadamu, akankah kamu memaafkannya?)
Fakta:

but he didn’t ask you for forgiveness

(tapi dia tidak meminta maaf)