Thursday, October 16, 2014

Tugas IBD bab 2



II.                  Manusia dan Kebudayaan

-          Unsur-unsur yang membangun manusia
Dalam ilmu-ilmu sosial manusia manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi) manusia merupakan makhluk hidup yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut  homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan utnuk menjelaskan tentang unsur –unsur yang membangun manusia
1.       Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu
a.       Jasad
b.      Hayat
c.       Roh
d.      Nafsu
2.       Manusia sebagai satu kepribadian yang memiliki tiga unsur, yaitu:
a.       Id, merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
b.      Ego
c.       Superego

-          Hakekat manusia
a.       Makhluk ciptaan Tuhan yanng terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
c.       Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

-          Kepribadian bangsa timur
Kepribadian Bangsa Timur merupakan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut dari Timur (Asia da Timur Tengah), yang menunjukkan kekhasan dan pola pikir dan kebiasaan yang terdapat didaerah Timur.
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi.
Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat.
Seperti di negara Thailand, mereka brdemokrasi dengan tertib dan damai.  


-          Pengertian kebudayaan
Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.

-          Unsur-unsur kebudayaan
C.Kluchkohn dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada tujuh kebudayaan universal, yaitu:
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan.
3. Sistem Pengetahuan.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
5. Sistem Teknologi dan Peralatan.
6. Bahasa.
7. Kesenian.

-          Wujud kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu,
1.       Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.       Kompleks aktivitas.
3.       Wujud sebagai benda.

-          Orientasi nilai budaya
Menurut C.Kluchkohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.       Hakekat hidup manusia (MH)
2.       Hakekat karya manusia (MK)
3.       Hakekat waktu manusia (WM)
4.       Hakekat alam manusia (MA)
5.       Hakekat hubungan manusia (MN)

-          Perubahan kebudayaan
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1.       Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri
2.       Sebab-sebab perubahan lingkungan alam fisik tempat mereka hidup
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khusunya teknologi dan inovasi

-          Kaitan manusia dan kebudayaan
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalu tiga tahap, yaitu:
1.       Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.       Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.
 Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat atau satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. 

No comments:

Post a Comment