Thursday, October 16, 2014

Tugas IBD bab III

BAB III
 Konsepsi IBD dalam kesusastraan

-          Pendekatan kesusastraan, pengertian sastra dan seni, peranan  sastra, hubungan sastra, dan seni dengan Ilmu Budaya Dasar
Hampir disetiap jaman, sastra mempunya peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karenan sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudia melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

-          IBD dihubungkan pengertian prosa, jenis-jenis prosa, 5 komponen prosa lama dan prosa baru
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme(rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.
5 komponen dalam prosa lama:
1.       Dongeng-dongeng
2.       Hikayat
3.       Sejarah
4.       Epos
5.       Cerita pelipur lama
5 komponen dalam prosa baru:
1.       Cerita pendek
2.       Roman/novel
3.       Biografi
4.       Kisah
5.       Otobiografi

-          Pengertian prosa fiksi, nilai-nilai prosa fiksi
Prosa fiksi adalah perpaduan atau kerja sama antara pikiran dan perasaan. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
1.       Prosa fiksi memberikan kesenangan. Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya peristiwa itu sendiri atau kejadian yang dikisahkan.
2.       Prosa fiksi memberikan intonasi. Fiksi memberikan sejenis intonasi yang tidak terdapat didalam ensildopedi.
3.       Prosa fiksi memberikan warisan kultural. Prosa fiksi dapat menstimusi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya banga.
4.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan. Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.

-          IBD dihubungkan dengan puisi. Pengertian puisi, kreativitas penyair dalam, membangun puisinya
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari kebudayaan, puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, Tuhan, melalu media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
Figuran bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggunggah hati.

-          Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi dalam IBD, 1 contoh puisi
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah:
a.       Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
b.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
c.       Puisi dan keinsyafan sosial

Contoh puisi:

Aku – Chairul Anwar

Kalau sampai waktukku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi








Daftar Pusaka:
DAFTAR PUSAKA:








Tugas IBD bab 2



II.                  Manusia dan Kebudayaan

-          Unsur-unsur yang membangun manusia
Dalam ilmu-ilmu sosial manusia manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi) manusia merupakan makhluk hidup yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut  homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan utnuk menjelaskan tentang unsur –unsur yang membangun manusia
1.       Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu
a.       Jasad
b.      Hayat
c.       Roh
d.      Nafsu
2.       Manusia sebagai satu kepribadian yang memiliki tiga unsur, yaitu:
a.       Id, merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
b.      Ego
c.       Superego

-          Hakekat manusia
a.       Makhluk ciptaan Tuhan yanng terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
c.       Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

-          Kepribadian bangsa timur
Kepribadian Bangsa Timur merupakan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut dari Timur (Asia da Timur Tengah), yang menunjukkan kekhasan dan pola pikir dan kebiasaan yang terdapat didaerah Timur.
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi.
Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat.
Seperti di negara Thailand, mereka brdemokrasi dengan tertib dan damai.  


-          Pengertian kebudayaan
Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.

-          Unsur-unsur kebudayaan
C.Kluchkohn dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada tujuh kebudayaan universal, yaitu:
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan.
3. Sistem Pengetahuan.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
5. Sistem Teknologi dan Peralatan.
6. Bahasa.
7. Kesenian.

-          Wujud kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu,
1.       Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.       Kompleks aktivitas.
3.       Wujud sebagai benda.

-          Orientasi nilai budaya
Menurut C.Kluchkohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.       Hakekat hidup manusia (MH)
2.       Hakekat karya manusia (MK)
3.       Hakekat waktu manusia (WM)
4.       Hakekat alam manusia (MA)
5.       Hakekat hubungan manusia (MN)

-          Perubahan kebudayaan
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1.       Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri
2.       Sebab-sebab perubahan lingkungan alam fisik tempat mereka hidup
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khusunya teknologi dan inovasi

-          Kaitan manusia dan kebudayaan
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalu tiga tahap, yaitu:
1.       Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.       Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.
 Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat atau satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. 

Tugas IBD bab 1


I.                  ISD sebagai MKDU

-          Pengertian, tujuan, ISD da IPS
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial didalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia.
Tujuan umum Ilmu Budaya Dasar pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagi gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaraan berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.

-          3 kelompok ilmu pengetahuan
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai Ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga:
·         Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronom, Biologi dan lain-lain.
·         Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari: Sosiologi, Ekonomi, Politik Antrologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
·         Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.

-          Perbedaan dan persamaan ISD dan IPS
Adapun persamaan antara keduanya adalah:
a.       Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b.      Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.       Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Adapun perbedaan dari keduanya adalah:
a.       Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Peengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar atau Sekolah Lanjutan
b.      Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
c.       Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

-          Ruang Lingkup ISD
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu.

-          3 golongan bahan pelajaran ISD
Dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu:
1.       Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.       Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.

3.       Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antar satu dengan lainnya saling berkaitan.