BAB III
Konsepsi
IBD dalam kesusastraan
-
Pendekatan kesusastraan,
pengertian sastra dan seni, peranan
sastra, hubungan sastra, dan seni dengan Ilmu Budaya Dasar
Hampir disetiap jaman, sastra mempunya peranan yang
lebih penting. Alasan pertama, karenan sastra mempergunakan bahasa. Sementara
itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan
kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian
melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk
memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia
mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya
yang kemudia melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan
demikian, manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah
mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
-
IBD dihubungkan pengertian
prosa, jenis-jenis prosa, 5 komponen prosa lama dan prosa baru
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan
dengan puisi karena variasi ritme(rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta
bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.
5 komponen dalam prosa lama:
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lama
5 komponen dalam prosa baru:
1. Cerita pendek
2. Roman/novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi
-
Pengertian prosa fiksi,
nilai-nilai prosa fiksi
Prosa fiksi adalah perpaduan atau kerja sama
antara pikiran dan perasaan. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat
sastra antara lain:
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan. Keistimewaan kesenangan yang
diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana
mengalaminya peristiwa itu sendiri atau kejadian yang dikisahkan.
2. Prosa fiksi memberikan intonasi. Fiksi memberikan sejenis intonasi
yang tidak terdapat didalam ensildopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural. Prosa fiksi dapat
menstimusi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak
henti-hentinya dari warisan budaya banga.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan. Lewat prosa fiksi seseorang
dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak
individu.
-
IBD dihubungkan dengan puisi. Pengertian
puisi, kreativitas penyair dalam, membangun puisinya
Puisi termasuk seni sastra,
sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari
kebudayaan, puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai
kehidupan manusia, alam, Tuhan, melalu media bahasa yang artistik/estetik, yang
secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau
keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun
puisinya dengan menggunakan:
Figuran bahasa,
seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas,
yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa,
yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan
pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif,
yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan
asosiasi-asosiasi tertentu.
Pengulangan,
yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih
menggunggah hati.
-
Alasan-alasan yang mendasari penyajian
puisi dalam IBD, 1 contoh puisi
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian
puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah:
a. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
b. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
c. Puisi dan keinsyafan sosial
Contoh puisi:
Aku – Chairul Anwar
Kalau sampai waktukku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Daftar Pusaka:
DAFTAR PUSAKA: