Sunday, July 17, 2016

Tulisan 8

Question Tag
Question-tags adalah pertanyaan ekor yang dibubuhkan pada akhir suatu kalimat. Fungsinya adalah untuk menegaskan informasi yang diucapkan atau untuk mendapatkan persetujuan.
Dalam question-tags, diperlukan auxiliary atau kata kerja bantu. Jenis auxiliary antara lain:
1. Be auxiliary
is, am, atau are (untuk bentuk present tense/sekarang)
was atau were (untuk bentuk past tense/lampau)
2. Do auxiliary
do dan does (untuk bentuk present tense/sekarang)
did (untuk bentuk past tense/lampau)
3. Have auxiliary
have dan has (untuk bentuk present perfect tense)
had (untuk bentuk past perfect tense)
4. Modal auxiliary: can, may, must, should, could, might
Shall dan Will untuk bentuk future tense

A. Bentuk Question Tag
1. Negatif Question Tag
Auxiliary+n’t   +   pronoun?
(pronoun merupakan kata ganti dari subyek pada kalimat positif)
Contoh:
~       isn’t it? 
~      aren’t you?
~       aren’t they?
~       wasn’t she?
~       weren’t you?
~        don’t you? 
~        doesn’t he?
~        don’t they?
~        didn’t you?
~        didn’t they?
~       hasn’t she? 
~      haven’t you?
~       hadn’t he?
~       can’t you?
~       shouldn’t I?
2. Positif Question Tag
Auxiliary   +   pronoun?
(pronoun merupakan kata ganti dari subyek pada kalimat positif)
Contoh:
~       is it? 
~       are you?
~       are they?
~       was she?
~       were you?
~        do you? 
~        does he?
~        do they?
~        did you?
~        did they?
~       has she? 
~       have you?
~       had he?
~       can you?
~       should I?
B. RUMUS
1. Kalimat Positif  , negative Question tag?
Contoh:
·         Heni is a dancer, isn’t she ?
Perkecualian:I am smart, aren’t I?
-          You like milk, don’t you?
-          Andien went to Bali, didn’t she?
-          They will go to Bandung, won’t they?
-          Agnes comes from Italy, doesn’t she?
-          This is your house, isn’t it?
-          Those are your cars, aren’t they?
-          There is a party tonight, isn’t there?
-          Everything is okay, isn’t it?
-          Everyone did homework, didn’t they?


2. Kalimat Negatif  ,  positif Question tag?
Contoh:
-          Raymond isn’t an artist, is he?
-          You aren’t a student, are you?
-          They weren’t at home, were they?
-          You don’t like gardening, do you?
-          Ganis didn’t go to Africa, did she?
-          You won’t leave me, will you?
-          Karina doesn’t love Mandra, does she?
-          I am not stupid, am I?
-          That isn’t your car, is it?
-          These aren’t her books, are they?
-          Nothing is wrong, is it?
-          Nobody wanted to move, did they?

C. Catatan
1. Mengenai Subject
Subyek  QT berasal dari subyek kalimat di depannya.
Subyek QT (Question-Tags) harus dalam bentuk pronoun, yaitu:
I, You, We, They,   He, She, It.
Tag pronoun untuk this/that = it
Tag pronoun untuk these/those = they
Tag pronoun untuk subyek Everyone, Everybody, Someone, Somebody, No one, dan Nobodyadalah They.
Tag pronoun untuk Everything, Something, and Nothing adalah It.
Kalimat dengan there + be, maka there digunakan dalam tag.
Jika kalimat menggunakan “I am ….. “(kalimat positif), maka tag-nya harus aren’t I.

2. Bentuk Auxiliary
Auxiliary pada QT harus sesuai dengan auxiliary pada kalimat di depannya.
Auxiliary+not harus disingkat:


Is not 
Are not
Was not
Were not
Does not
Do not
Did not
Has not
Have not
Isn’t 
Aren’t
Wasn’t
Weren’t
Doesn’t
Don’t
Didn’t
Hasn’t
Haven’t
Had not 
Cannot
May not
Must not
Should not
Could not
Might not
Shall not
Will not
Hadn’t 
Can’t
May not
Mustn’t
Shouldn’t
Couldn’t
Mightn’t
Shan’t
Won’t
Nothing, nobody, no one, never adalah kata-kata yang bermakna negative, maka tag-nya harus berbentukpositif.

3. Bentuk Tag yang lain
         I.            Kalimat perintah
Contoh:
“Open the door, will/would/can/could you?”
“Take your book, will/would/can/could you?”
“Pass me the spoon, will/would/can/could you?”
      II.            Kalimat ajakan
Contoh:
“Let’s go, shall we?”
“Let’s get to work, shall we?”
“Let’s discuss it, shall we?”
   III.            Kalimat tawaran
Contoh:
“Have a seat, won’t you?
“Have a drink, won’t you?


Tulisan 7

Determiner
Determiner adalah kata atau kelompok kata yang ditempatkan di depan noun untuk membatasi makna noun tersebut. Di traditional grammar, determiner sering disebut limiting adjective, walaupun berbeda maknanya dengan adjective biasa.

Jika sama-sama berada di dalam noun phrase, limiting adjective akan berada di depan adjective biasa.
Determiner terdiri dari article, quantifier, possessive, dan demonstrative determiner.

Jenis-jenis Determiner

Berikut ini adalah jenis-jenis determiner :

Articles
Articles (disingkat  ART) adalah kata yang digunakan dengan kata benda untuk menunjukkan jenis referensi yang dibuat oleh kata benda tersebut. Articles sendiri dibagi menjadi beberapa macam tetapi yang paling umum adalah, Definite article dan Indefinite articles:

Definite article: the

Kata “the” adalah salah satu kata yang paling umum digunakaan dalam bahasa Inggris . Definite article menunjukkan bahwa suatu benda tertentu yang bisa diidentifikasi oleh pendengar/pembaca. Definite article mungkin bisa berupa sesuatu yang telah disebutkan , atau mungkin sesuatu yang ditentukan unik. Definite article dalam bahasa Inggris dapat digunakan baik pada kata benda tunggal maupun jamak.
contoh: I will never get the job.

Indefinite articles: a, an

Dalam bahasa Inggris , dua Indefinite articles adalah “a“, dan “an“. Penggunan “a” atau “an” tergantung pada huruf pertama dari kata sesudah article tersebut. Article “a” digunakan ketika kata berikutnya dimulai dengan konsonan, atau sebelum kata berawalan “u” dan “eu” yang terdengar seperti kata “you”. Dan article “an” digunakan ketika kata berikutnya dimulai dengan vokal (a , e , i, o , u ) atau dengan h bisu.
contoh:
She read a magazine.
He ate an apple.


Demonstratives: this, that, these, those
Demonstrative determiner menunjukkan di mana suatu objek , peristiwa, atau orang yang memiliki kaitan dengan subjek. Demonstrative dapat merujuk ke fisik atau kedekatan psikologis atau jarak. Contoh sebagai berikut:

This is my favorite food.
I want that smartphone.
I see these boxes behind your house.
Those pencils are mine.

Possessives: my, your, his, her, its, our, their
Possessives adalah kata atau konstruksi gramatikal yang digunakan untuk menunjukkan hubungan kepemilikan dalam arti luas.
contoh:
This is my house.
Where is your school?
I didnt see his car lastnight.
The man steal her bag.
The cat cant reach its tail.
He found their shelter.

Quantifiers: a few, a little, much, many, a lot of, most, some, any, enough
Quantifiers adalah jenis determine yang menunjukkan kuantitas.
contoh:
I lost many thing in my room.
He has a lot of keys that he need.
Some people are happy after party.
She has enough food for us.

Numerals: one, ten, thirty
Numerals Determiners adalah anggota dari kelas kata (atau subclass of determiners) yang menunjuk pada angka.
contoh:
There are twenty-eight students in the classroom.
She was the fourth person to win the award.
Six hundred thousand people were left homeless after the earthquake.

Distributives: all, both, half, either, neither, each, every
Distributives determiner mengacu pada sekelompok orang atau hal-hal , dan untuk anggota individu dari kelompok yang menunjukkan cara yang berbeda dalam memandang individu dalam suatu kelompok , dan mereka mengungkapkan bagaimana sesuatu didistribusikan , bersama , atau dibagi.
contoh:
All soldiers went home after the war.
Both Nadine and Chandra are her enemies.
Every people will die.

Interrogatives: which, what, whose
contoh:
She didnt know which parts of machines are broken.

Tulisan 6

HAVE SOMETHING DONE
Adalah salah satu bentuk pasif di dalam bahasa inggris. “have something done” bisa diartikan sebagai segala sesuatu dimana orang lain yang melakukan atau memberikan suatu pelayanan untuk kita. Untuk lebih memperjelas maksud di atas lihat contoh dibawah ini :
·         I cut my hair
·         I have my hair cut
Dari kedua contoh diatas terdapat perbedaan makna, yakni :
Apabila pada contoh kalimat pertama yaitu “I cut my hair” ini mengandung artian bahwa saya memotong rambut sendiri tanpa diberikan pelayanan oleh orang lain. Berbeda pada contoh kalimat kedua kedua yaitu “I have my hair cut” ini mengandung artian bahwa seseorang telah memotong rambutku ( maksudnya seseorang telah memberikan pelayanan untuk tokoh aku).

Ada rumus / ketentuan untuk membuat kalimat “have something done” yaitu:
Have + Object + Past participle

Lihat beberapa contoh berikut :
-          We didn’t want to cook so we had a pizza delivered
-          I had my car washed at that new place by the station
-          I had my watch fixed
Dari ketiga contoh diatas, semuanya merupakan contoh kalimat dari “have something done”. Pada contoh kalimat tersebut mengandung arti :
-          Kita tidak ingin memasak jadi kita pesan pizza ( maksudnya tokoh kita meminta pelayanan kepada orang lain dan orang lain tersebut akan memberikan pelayanan kepada mereka )
-          Aku telah mencuci mobilku di tempat yang baru di dekat stasiun
               ( maksudnya tempat pencucian mobil telah memberikan pelayanan untuk tokoh aku )
-          Aku telah menonton

Dari ketiga contoh diatas kata “had” dapat diganti dengan “get” or “got” tanpa mengubah arti.
·         We didn’t want to cook so we got a pizza delivered
·         I got my car washed at that new place by the station
·         I got my watch fixed

FUTURE
“Have something done” dalam konteks future sedikit berbeda dalam bentuk past. Dalam future sebelum kata have / get harus ditambahkan dengan kata “going to” yang berarti rencana yang dibuat untuk waktu yang akan datang. Contohnya :
                Past        : i had my watch fixed
                Future    : I am going to have / get my watch fixed
Ada lagi contoh kalimat dengan menggunakan “will” yang berarti suatu hal tersebut baru saja di putuskan dan akan dilakukan. Contohnya :
                I just noticed how  my suit is. I will have / get it cleaned soon.

QUESTIONS
“Have something done” dalam bentuk questions dapat di contohkan ketika kita menyukai potongan rambut baru teman kita, lalu kita bisa menanyakan dimana ia memotong rambutnya dengan contoh kalimat sebagai berikut :
“Where did you have / get your hair cut?”
(maksudnya tokoh saya bertanya dengan tokoh “you” (kamu) dimana ia memotong rambutnya, ini mengandung arti tokoh saya ingin meminta pelayanan untuk memotong rambutnya)

Contoh kalimat yang kedua misalnya :
"Where can I have / get my hair cut?"
( maksudnya tokoh aku bertanya dengan tokoh “you” (kamu) dimana ia bisa memotong rambut, ini
mengandung arti tokoh aku meminta pelayanan kepada orang lain untuk memotong rambutnya ).

Causative Have

Causative have dapat digunakan dalam bentuk aktif maupun pasif. Causative have dimaksudkan untuk menunjukkan pemberian tanggung jawab terhadap seseorang dalam melakukan sesuatu atau menyuruh dan mengkehendakinya.

Tulisan 5

Indefinite Pronoun
                Indefinite Pronoun adalah kata ganti tidak tentu. Dikatakan tidak tentu karena belum diketahui siapa atau apa benda yang digantikannya. Kata ganti yang termasuk Indefinite Pronoun adalah : SOMEONE, SOMEBODY, ANYONE, ANYBODY, EVERYONE, NO ONE, NO BODY, untuk personal noun dan SOMETHING, ANYTHING, EVERYTHING, NOTHING, untuk Impersonal Pronoun. Selain itu, ada juga Indefinite Pronoun yang dapat digunakan baik untuk personal noun maupun impersonal noun yaitu : ANOTHER, THE OTHER, OTHER, OTHERS, dan THE OTHERS. Penggunaan kata-kata ganti ini mempunyai fungsi dan aturan tersendiri.
a. Somebody / Someone (seseorang)
Digunakan untuk kalimat positif.
Contoh :
- Someone called my name.
- I heard someone calling my name.
- Someone passes through my front door.

b. Anybody / Anyone
Anybody atau anyone mempunyai dua arti, yaitu seseorang dan setipa orang. Apabila anyone / anybody digunakan untuk menyatakan seseorang, bentuk kalimatnya adalah kalimat negative atau kalimat Tanya (interrogative sentence).
Contoh :
- She didn’t see anyone there.
- Did he see anyone there ?
- I can’t speak to anyone.
Catatan :
- Someone / Somebody dapat juga digunakan dalam kalimat Tanya apabila jawabannya sudah pasti “yes”.
- Anyone / Anybody dapat digunakan dalam kalimat positif apabila artinya menyatakan siapa saja.

c. Everyone / Everybody
Penggunaan Everyone / Everybody sama seperti penggunaan anyone / anybody yang menyatakan setiap orang. Dengan kata lain, anyone / anybody dapat menggantikan everyone / everybody dan sebaliknya.

d. No One / Nobody
No One / Nobody digunakan dalam kalimat positif. No one / nobody dapat diganti dengan anybody / anyone yang menyatakan seseorang, tetapi kalimatnya harus negative.
Contoh :
- I see nobody there. I don’t see anybody there.
- She invited nobody to her wedding party. She didn’t invite anybosy to her wedding party.
- I talked to nobody. I didn’t talk to anybody.

                Penggunaan SOMETHING, ANYTHING, EVERYTHING, dan NOTHING sama saja prinsipnya dengan SOMEONE, SOMEBODY, ANYONE, ANYBODY, EVERYONE, EVERYBODY, NO ONE, dan NOBODY. Perbedaannya adalah bahwa: THING digunakan untuk Impersonal sementara ONE / BODY digunakan untuk Personal.
                Bentuk ANOTHER, THE OTHER, OTHER, OTHERS, dan THE OTHERS merupakan kata ganti yang menyatakan yang lain, baik untuk Personal maupun Impersonal noun. Untuk benda tunggal digunakan ANOTHER atau THE OTHER (+ NOUN). Sementara OTHER + NOUN (plural), OTHERS, dan OTHERS digunakan untuk benda jamak.

1. Another
Another dapat digunakan tanpa atau dengan noun (singular). Kata ganti ini digunakan untuk benda lain yang belum disebutkan sebelumnya atau boleh juga untuk satu benda dari beberapa benda.
Contoh :
Aliumar : I want to buy a shirt. Could you show me one ?
Shopkeeper : Sure, here you are.
Aliumar : I think, this doesn’t fix me. Could you show me another (shirt)?

2. The Other / The Others
The other dapat digunakan dengan atau tanpa noun (singular). Apabila the other diikuti oleh noun (plural), kata ganti tersebut dapat diganti menjadi the others. Kata ganti ini dapat digunakan untuk mengganti benda yang sudah pernah disebutkan sebelumnya atau dapat juga merupakan sisa dari benda yang sudah disebutkan.
Contoh :
- I have three brothers. Two of them are in Jakarta, and the other is in Bandung.
- I have three brothers. One of them is in Jakarta, and the other brothers (the others) are in Bandung.

3. Other / Others
Kata ganti other harus diikuti oleh noun (plural) smentara others tidak boleh diikuti oleh noun. Prinsip penggunaan other dan others sama dengan another. Perbedaannya adalah another digunakan untuk benda tunggal sementara other dan others digunakan untuk benda jamak.
Contoh :
- I only bought three books yesterday. I want to buy other books (others) now.
- Some students are reading in library. Others are playing at the play-ground.
Catatan :
- Kata benda tunggal yang diletakkan di belakang another dan the other dapat diganti dengan One, sementara benda jamak yang diletakkan di belakang other dan the other dapat diganti dengan ones.
- THIS/THAT/THESE/THOSE dapat juga berfungsi sebagai kata ganti (pronoun) yang disebut sebagai Demonstrative Pronoun. THIS dan THAT digunakan untuk menunjukkan benda tunggal, sementara THESE dan THOSE digunakan untuk menunjuk benda jamak. THAT dan THOS digunakan untuk menunjuk benda jauh.

REFLEXIVE PRONOUN
                Reflexive Pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk menyatakan bahwa subject (berupa orang atau hewan) menerima aksi dari verb (reciprocal action) pada suatu kalimat. Pronoun ini terdiri dari: myself, yourself, herself, himself, itself pada bentuk singular, dan yourselves, ourselves, dan themselves pada bentuk plural. Bentuknya yang identik dengan intensive pronoun.
Example sentence Reflexive Pronoun :
1. Singular
· Myself : I‘m going to buy myself new jeans.
(Saya akan membeli jeans baru untuk saya sendiri.)
I enjoy myself today.
(Saya menikmati diri saya hari ini.)

· Yourself : It’s essential to treat others like you treat yourself.
(Penting untuk mmemperlakukan orang lain seperti kamu memperlakukan diri sendiri.)
Why do you hit yourself ?
(Kenapa kamu memukul dirimu?)

· Herself : She asked herself why she was easy to be panic.
(Dia bertanya pada dirinya sendiri mengapa dulu dia mudah panik.
Shanti keeps herself healthy.
(Shanti menjaga dirinya tetap sehat.)

· Himself : Hendri didn’t blame himself for the accident.
(Hendri tidak menyalahkan dirinya sendiri terhadap kecelakaan tersebut.)
He treats himself like a baby.
(Dia memperlakukan dirinya seperti bayi.)

· Itself : The cat is licking itself.
(Kucing itu sedang menjilayi dirinya.)
My cat licks itself.
(Kucingku menjilati dirinya.)


2. Plural
· Yourselves : Why don’t you watch yourselves on TV?
(Mengapa kamu tidak menonton dirimu di TV?)
You have to keep this for yourselves.
(Kamu harus menyimpan ini untuk untuk dirimu.)

· Ourselves : We should give time for ourselves to take a rest.
(Kita seharusnya memberi waktu untuk diri kita sendiri untuk beristirahat.
We won’t harm ourselves.
(Kami tidak akan membahayakan/ merugikan diri kita.)

· Themselves : The students ate cookies that they cooked by themselves.
(Siswa-siswa tersebut makan kue yang mereka masak sendiri.)
They did it for themselves.
(Mereka melakukan itu untuk diri mereka.)



Saturday, July 16, 2016

Tulisan 3

Active and Passive Sentence in Present Form

Kata kerja transitif mempunyai dua voice (ragam gramatikal), aktif dan pasif.
1) Bentuk aktif adalah orang, binatang, atau benda yang ditunjukkan oleh subjek dikatakan
melakukan sesuatu pada yang lain.
Contoh: Karim killed a tiger. Karim membunuh seekor harimau


2) Bentuk pasif adalah orang, binatang atau benda dikatakan menderita sesuatu dari sesuatu yang lain.
Contoh: A tiger was killed by Karim. Seekor harimau dibunuh oleh Karim
Bentuk pasif :
To Be + Past Participle

Aturan-aturan :
a) Kata kerja transitif tidak digunakan dalam bentuk pasif, kecuali kalau kata kerja itu menggunakan cognate object dalam bentuk aktif.
Aktif : She sang a fine song. Ia menyanyikan sebuah nyanyian yang merdu
Pasif : A fine song was sung by her. Sebuah nyanyian yang merdu dinyanyikan olehnya
b) Bilamana kalimat diubah dari bentuk aktif ke pasif, objek untuk kata kerja aktif menjadi subjek untuk kalimat kerja pasif.
objek untuk kata kerja aktif :
Aktif: Linda can make tarts. Linda dapat membuat kue tart
Subjek untuk kata kerja pasif :
Pasif: Tarts can be made by Linda
c) Retained object (objek yang tetap dipakai/dipertahankan dalam pasif)
Dua buah objek dalam kalimat aktif, ketika diubah menjadi kalimat pasif, masih tetap ada sebuah objek dipertahankan, objek ini dinamakan retained object. Objek ini mungkin objek tak langsung dari kata kerja aktif atau objek langsung dari kata kerja aktif.
Objek tak langsung dari kata kerja aktif 
Kata Kerja aktif Kata kerja pasif
We gave him a prize A prize was given him by us
Objek langsung dari kata kerja aktif
Kata Kerja aktif Kata kerja pasif
We gave him a prize He was given a prize by us

Berikut contoh-contoh kalimat aktif yang dirubah menjadi kalimat pasif dalam bentuk tenses :
1) Simple present
Aktif
John bites Mary
John doesn’t bite Mary
Does John bite Mary?
What does John do?
Who bites Mary?
Who does John bite?
Pasif
Mary is bitten by John
Mary isn’t bitten by John
Is Mary bitten by John?
What is done by John?
Who is Mary bitten by?
Who is bitten by John?

2) Simple continuous 
Aktif
John is biting Mary
John isn’t biting Mary
Is John biting Mary?
What is John doing?
Who is biting Mary?
Who is John biting?
Pasif
Mary is being bitten by John
Mary isn’t being bitten by John
Is Mary being bitten by John?
What is being done by John?
Who is Mary being bitten by?
Who is being bitten by John?

3) Present perfect
Aktif
John has bitten Mary
John hasn’t bitten Mary
Has John bitten Mary?
What has John done?
Who has bitten Mary?
Who has John bitten?
Pasif
Mary has been bitten by John
Mary hasn’t been bitten by John
Has Mary been bitten by John?
What has been done by John?
Who has Mary been bitten by?
Who has been bitten by John?

4) Present perfect continuous

ACTIVE AND PASSIVE VOICE 
Aktif
John has been biting Mary
John hasn’t been biting Mary
Has John been biting Mary?
What has John been doing?
Who has been biting Mary?
Who has John been biting?
Pasif
Mary has been being bitten by John
Mary hasn’t been being bitten by John
Has Mary been being bitten by John?
What has been being done by John?
Who has Mary been being bitten by?
Who has been being bitten by John?

Tulisan 4

Active and Passive sentence in Past form
Past Tense (Waktu Lampau)
-          Simple Past Tense (Waktu lampau sederhana)
Simple Past Tense adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan kegiatan yang terjadi dimasa lampau dan waktu terjadinya persitiwa itu telah diketahui.
Rumus Verbal:
(+) S + V2 + O + Adj / Noun / Adverb (ANA)
(-) S + did + not + V1 + O + ANA
(?) Did + S + V1 + O + ANA ?

Rumus Nominal:
(+) S + to be 2 (was/were) + ANA
(-) S + to be 2 (was/were) + ANA
(?) to be 2 + S + ANA ?
Contoh Kalimat Verbal Simple Past Tense:
(+) The Doctor went to the hospital yesterday.
(-) The Doctor did not go to the hospital yesterday.
(?) Did the Doctor go to the hospital yesterday?


Contoh Kalimat Nominal Simple Past Tense:
(+) He was a teacher.
(-) He was not a teacher.
(?) Was he a teacher?

Note:
Was: I, He, She, dan It.
Were: You, We, They.

Past Continuous Tense (Waktu berlangsung lampau)
Past Continuous Tense adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan peristiwa yang sedang terjadi, tetapi bukan sedang terjadi sekarang, melainkan sedang terjadi “dulu”, sudah lewat.
Rumus Verbal:
(+) S + to be 2 (was/were) + V-ing + O
(-) S + to be 2 (was/were) + not + V-ing + O
(?) to be 2 (was/were) + S + V-ing + O
Rumus Nominal:
(+) S + to be 2 + Adj / Noun / Adverb (ANA)
(-) S + to be 2 + not + ANA
(?) to be 2 + S + ANA ?
Contoh Kalimat Verbal Past Continuous Tense:
(+) He was confused in studying grammar yesterday in school.
(-) He was not confused in studying grammar yesterday in school.
(?) Was he confused in studying grammar yesterday in school?
Contoh Kalimat Nominal Past Continuous Tense:
(+) She was lazy.
(-) She was not lazy.
(?) Was she lazy?

Past Perfect Tense (Waktu Sempurna Lampau)
Past Perfect Tense adalah tenses yang digunakan untuk menunjukkan peristiwa yang terjadi dimasa lampau dan terus berlangsung ataupun selesai dimasa lampau berikutnya.
Rumus Verbal:
(+) S + had + V3
(-) S + had + not + V3
(?) Had + S + V3
Rumus Nominal:
(+) S + had + been + ANA
(-) S + had + not + been + ANA
(?) Had + S + been + ANA ?
Contoh Kalimat Verbal Past Perfect Tense:
(+) She had helped her mother after she played a game.
(-) She had not helped her mother after she played a game.
(?) Had she helped her mother after she played a game?
Contoh Kalimat Nominal Past Perfect Tense:
(+) They had been at Grage Mall since morning.
(-) They had not been at Grage Mall since morning.
(?) Had they been at Grage Mall since morning?

Past Perfect Continuous Tense (Waktu berlangsung sempurna lampau)
Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengekspresikan suatu kejadian yang sudah dimulai dan sedang berlangsung di masa lampau tapi saat ini sudah tidak terjadi lagi.
Rumus Verbal
(+) S + had + been + V-ing
(-) S + had + not + been + V-ing
(?) Had + S + been + V-ing
Rumus Nominal
(+) S + Had + Been + Being + O+ ANA
(-) S + Had + Not + Been + Being + O + ANA
(?) Had + S + Been + Being + O + ANA
Contoh Kalimat Verbal Past Perfect Continuous Tense:
(+) Isna had been sleeping for 5 hours before Her father woke up.
(-) Isna had not been sleeping for 5 hours before Her fathe woke up.
(?) Had she been sleeping for 5 hours before her father woke up?
Contoh Kalimat Nominal Past Perfect Continuous Tense:
(+) I had been being a modeling character since 2010.
(-) I had not been being a modeling character since 2010.
(?) Had you been being a modeling character since 2010?