Tugas 1 –
Komunikasi Bisnis
Nama : Anindita Mindarto
Kelas : 4EA11
NPM : 11214276
1. Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis
Ø Dasar Komunikasi
Komunikasi adalah
suatu proses penyampaian informasi dari satu
pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.
Komunikasi dilakukan
dengan menggunakan bahasa verbal, kata-kata (lisan) yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak.
Komunikasi dapat dilakukan dengan
menggunakan bahasa nonverbal, gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar
komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen
komunikasi adalah:
-
Pengirim atau
komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
-
Pesan (message) adalah
isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
-
Saluran (channel)
adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi
antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran
nada/suara.
-
Penerima atau
komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
-
Umpan balik (feedback)
adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
-
Aturan yang disepakati
para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan
("Protokol").
Ø Komunikasi Bisnis
Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang dilaksanakan
dalam dunia bisnis yang meliputi berbagai bentuk komunikasi baik itu komunikasi
verbal ataupun nonverbal. Sementara secara umum komunikasi bisnis ialah
pertukaran gagasan, informasi, pendapat, dan instruksi yang mempunyai tujuan
tertentu yang disajikan secara personal ataupun impersonal melalui
simbol-simbol atau sinyal-sinyal.
2. Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis
Komunikasi bisnis merupakan setiap komunikasi yang
dipergunakan untuk berbagai kepentingan bisnis, seperti untuk membangun partnerships,
sumber daya intelektual, atau untuk mempromosikan satu gagasan, produk, servis,
atau pun suatu organisasi.
Dalam komunikasi
bisnis, terdapat beberapa tujuan tertentu. Berikut ini adalah beberapa tujuan
komunikasi bisnis yakni :
1. Meningkatkan
goodwill (nama baik) perusahaan.
2. Meningkatkan
hubungan baik perusahaan dengan masyarakat.
3. Meningkatkan fungsi
kepemimpinan dalam perusahaan.
Komunikasi bisnis juga memiliki fungsi - fungsi penting
dalam kelancaran aktifitas dalam sebuah perusahaan. Berikut adalah 4 fungsi
penting dari komunikasi bisnis yang perlu anda ketahui:
1. Fungsi Informatif
Dalam konteks fungsi
informatif, aktivitas yang kita lakukan berperan memberikan informasi tentang
bisnis kita, pada saat yang mungkin bersamaan kita juga mencari informasi
tentang siapa pesaing kita, bagaimana kondisi perusahaan dan kekuatannya pada
pangsa pasar (market place). Contoh fungsi informatif yaitu suatu perusahaan
memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggannya mengenai produk yang
ditawarkan. Fungsi informatif dari kegiatan komunikasi akan membawa perubahan pada
bidang kognitif setiap pelaku komunikasi bisnis, baik level internal maupun
eksternal.
2. Fungsi persuasif
Dalam fungsi
persuasif/motivatif ini, tujuan komunikasi diarahkan untuk memberikan treatment
agar orang lain merubah sikap, pendapat dan perilakunya seperti yang diinginkan
oleh komunikator.dalam organisasi bisnis internal fungsi ini dijalankan untuk
membangun komitmen para pelakunya terhadap organisasi atau lembaga tempat ia
bekerja, dari mulai manajer hingga tukang sapu, sehingga visi, misi, strategi
dan taktik dapat berjalan secara efektif dalam memcapai tujuan bisnis yang
telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi persuasif ini tentu saja perlu diterapkan
dalam berkomunikasi bisnis dengan lingkungan eksternal. Hal ini penting,
misalnya bagaimana agar para pemilik modal mau berinvestasi diperusahaan
kita.dan yang terpenting dalam strategi dan taktik pemasaran sebagai ujung
tombak perusahaan agar konsumen tetap loyal mengkonsumsi atau menggunakan
produk yang kita pasarkan.
3. Fungsi Kontrol
Tanpa adanya fungsi
kontrol dalam komunikasi bisnis, operasional organisasi tidak dapat berjalan
secara efektif. Fungsi kontrol dalam konteks komunikasi bisnis, artinya
mengkomunikasikan atau yang harus dikerjakan atau tidak harus dikerjakan oleh
oleh bawahan atau manajer sekali pun. Fungsi ini dapat berjalan efektif bila
(1) informasi yang disampaikan jelas, akurat dan tidak mengandung ambiguitas
yang berlebihan; (2) komunikasi yang dilakukan sekaligus memperkaya skill
bawahan; (3) bahwa mampu menggunakan informasi tersebut; (4) membuka saluran
umpan-balik.
4. Fungsi Emotif
Dalam kerangka kerja
komunikasi bisnis fungsi emotif meningkat ke penerapan (acceptance) isi pesan,
karena berkaitan dengan rasa suka tidak suka, benci dan cinta, puas atau tidak
puas kegembiraan dan kesedihan, menyenangkan atau kedekatan emosional lainnya.
Contohnya yaitu isi pesan yang disampaikan telah memasukkan semua informasi
yang dibutuhkan pihak lain sehingga mereka akan merasa puas terhadap pesan
tersebut.
Contoh Kasus:
PT Golden Castle ,
bergerak dalam bidang konveksi atau textil, mengalami permasalahan antara
perusahaan dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi yang disebabkan oleh
adanya miss communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan
kebijakan dalam perusahaan mengenai penghitungan gaji atau upah kerja karyawan,
namun pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan
merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak perusahaan. Para karyawan mengambil
tindakan yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada
PHKbesar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan manapun pasti
pernah mengalami permasalahan internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok,
sampai unit. Mulai dari derajat dan lingkup permasalahan yang kecil sampai yang
besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi
antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang
strategi bisnis di kalangan manajemen. Contoh lainnya dari permasalahan yang
relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa
ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak permasalahan dalam
bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya
kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak
asasi manusia karyawan.
3. Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi dalam
organisasi yaitu proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam hubungan
jaringan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang
selalu berubah-ubah.
Proses komunikasi dalam organisasi
Sebelum komunikasi dapat
terjadi dibutuhkan suatu tujuan yang terekspresikan sebagai pesan untuk
disampaikan antar seorang sumber dan penerimanya yang menghasilkan transfer dan
pemahaman data, proses komunikasi (communication process) sebagai berikut :
Pengirim-Penyandian-Pesan-Saluran-Penerjemah Sandi-Penerimaan-Gangguan-Umpan
Balik.
Pengirim mengirimkan sebuah
pesan dengan cara menyandikan pemikirannya. Pesan tersebut adalah
produk fisik aktual dari penyandian oleh pengirim. Saluran
merupakan perantara yang dipakai pesan dalam menempuh perjalanan. Saluran
tersebut dipilih oleh pengirim, apakah ia hendak menggunakan saluran yang
formal atau informal. Saluran formal (formal channels) disediakan oleh
organisasi dan berfungsi sebagai penyampai pesan-pesan yang berhubungan dengan
aktivitas profesional dari para anggotanya. Saluran informal (informal
channels) yaitu saluran komunikasi yang diciptakan secara spontan dan
muncul sebagai tanggapan terhadap pilihan-pilihan individual. Penerima adalah
objek yang menjadi sasaran dari pesan itu. Tetapi sebelum pesan tersebut dapat
diterima, simbol-simbol didalamnya harus diterjemahkan menjadi bentuk yang
dapat dipahami oleh penerima. Langkah ini disebut penerjemahan sandi
dalam pesan. Gangguan mewakili berbagai hambatan komunikasi yang
mengacaukan kejelasan pesan. Mata rantai yang trakhir dalam proses komunikasi
adalah lingkaran umpan balik yaitu sarana pengecekan mengenai
seberapa berhasil kita telah menyampaikan pesan kita seperti yang dimaksudkan
pada awalnya. Hal ini mementukan apakah pemahaman telah tercapai.
Contoh Kasus:
Nasional KPK : Freeport
Bilang Dana ke Polri Resmi
Komisi Pemberantasan
Korupsi belum bisa turun langsung mengusut aliran dana dari PT Freeport senilai
US$14 juta kepada instansi Polri. KPK menunggu hasil audit dan informasi resmi.
Apakah itu dana resmi, bagian dari program CSR (Corporate Social
Responsibility), atau gratifikasi?
"Website Freeport
bilang itu resmi ke pemerintah. Kalau dana resmi, bukan gratifikasi," kata
juru bicara KPK Johan Budi di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta
Selatan, Senin 31 Oktober 2011.
Menurut Johan, harus
ditelusuri apakah dana-dana itu masuk bagian dari dalam kontrak karya
pemerintah pusat ataupun otonomi daerah setempat, termasuk Muspida dan aparat
keamanan di Papua.
Bila memang terbukti
dana resmi, maka diharuskan ada hasil auditnya. Audit dilakukan lembaga resmi
negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan (BPKP).
"Kita lihat dulu
perjanjian Freeport dengan pemerintah. Bukan tunggu ada yang laporkan, tapi
paling tidak, ada audit penelusuran," kata Johan. KPK tidak bisa
serta-merta masuk dan mengusut.
Johan menegaskan,
memang ada banyak informasi hilir-mudik yang menyebut status dana Freeport ke
Polri. Tetapi, KPK tetap menunggu keterangan resmi dari Freeport dan pemerintah.
"Ada yang desak KPK turun tangan, KPK tidak bisa didesak-desak,"
tegas Johan.
Soal dana ini, Kapolri
Jenderal Polisi Timur Pradopo sendiri tidak membantah adanya pemberian uang
dari PT Freeport Indonesia kepada para personel Polri. Kapolri menilai itu
merupakan hal lazim dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Kalau ada bantuan
dari salah satu instansi yang diamankan tentunya itu bagian dari uang saku.
Tapi itu sekali lagi bisa dipertanggungjawabkan," kata Kapolri Jenderal
Polisi Timur Pradopo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum'at 28 Oktober
2011 kemarin.