Monday, June 20, 2016

Tulisan 2

Perbedaan Penggunaan Article A, An dan The
Sebagai article, “A” dan “AN” artinya adalah satu. Dalam bahasa Indonesia, kedua article ini dapat diterjemahkan menjadi sebuah/seekor/sehelai dst. Hal ini tergantung dari noun yang mengikutinya. Misalnya :
An apple           : sebuah apel
A lady               : seorang wanita
A tiger              : seekor harimau
A leaf               : sehelai daun, dsb

>       Penggunaan A dan An
1.    A dan AN hanya dapat diikuti oleh singular nouns (benda tunggal), tetapi tidak pernah secara langsung diikuti oleh uncountable nouns (benda yang tidak dapat dihitung). Olehnya itu, akan INCORRECT jika anda menulis:
-          I need a water (water; uncountable noun)
-          I just ate a bread (bread; uncountable noun)
-          She just heard a bad news about her parents (news; uncountable noun)
Kalimat ini akan menjadi benar jika article A dihilangkan atau jika didepan uncountable noun (i.e. water dan bread) ditambahkan penakar (container) atau pengukur yang berfungsi untuk menyatakan berapa banyak/volume/ukuran dari uncountable nouns tersebut.
-          I need water atau i need a glass of water
-          I just ate bread atau i just ate a big slice of bread
-          She just heard bad news about her parents atau she just heard a piece of bad news about her parents
2.    A dan An digunakan untuk mengekspresikan sebuah singular noun secara umum (in general). Contoh:
-          A footballs is usually made of leather (leather:kuliat. Dalam konteks ini jangan gunakan kata skin. Leather adalah animal skin yang sudah diolah)
-          An artist should keep a good relationship with fans
3.    A dan An digunakan untuk merujuk ke sebuah singular noun yang belum pernah disebutkan sebelumnya. Contoh:
-          I met a guy last night
-          My company just build a new skyscraper (skyscraper: gedung pencakar langit)

>       Penggunaan Article The
Ada beberapa rules yang harus anda pahami dalam menggunakan article The
1.    The umumnya digunakan untuk merujuk noun yang sudah pernah disebutkan sebelumnya. Dengan adanya the, noun yang dimaksud menjadi lebih spesifik. Noun tersebut bisa countable, bisa juga uncountable noun. Jika uncountable noun, noun tersebut bisa singular, bisa juga prular. Dalam hal ini, the dapat berarti tersebut atau itu atau kadang-kadang ini. Contoh:
-          I  met a guy last night. The guy asked my number and wether i would go out for a date (number=nomer telepon, date=kencan). Dalam kalimat ini, the bisa digantikan dengan that.
-          The water in my well is contaminated (well=sumur, contaminated=terkontaminasi). Dalam kalimat ini, the tidak pantas digantikan dengan that, karena “water” dikalimat ini sudah diterangkan oleh “in my well”.
-          Three student didn’t perform well in my exam. The (three) student hadn’t studied hard enough before the exam. Dalam kalimat ini, kata three adalah optional  (bisa digunakan, bisa juga dihilangkan), karena maknanya sudah dipahami oleh lawan bicara atau pembaca. Di kalimat ini the dapat digantikan dengan those/these.
-          There are many persons named Agnes Monica on Facebook. You will hard time to find the Agnes Monica who sings Matahariku.
Sebaliknya, the digunakan jika kita membicarakan uncountable nouns atau plural nouns secara umum (in general). Contoh:
a.    Water needs to be conserved (air perlu dikonservasi/dilindungi)
b.    Sugar is sweet (gula(rasanya)manis)
c.     Durian are very smelly (durian-durian sangat bau/baunya keras)
d.  Lazy students hardly get good grades (murid-murid yang malas hampir tidak pernah mendapat nilai bagus)
2.    Kata seperti breakfast, lunch, dinner, supper (=dinner), school, church, home dan college pada umumnya tidak membutuhkan article. Tetapi jika noun ini dirujuk, barulah article the diperlukan. Contoh:
-          We go to school everyday. Starting next week, however, the school will be buildozed by the government (be buildozed=diratakan dengan tanah dengan menggunakan bulldozer)
-          Jenny and i just finished having lunch at the cafeteria. I thanked her because she paid for the lunch
-          I am very tired. I’d like to go home


Saturday, June 18, 2016

Tulisan 1

Perbedaan Penggunaan Some dan Any, Much, Many, a lot of
  1. Some
    Digunakan untuk kalimat Positif/Affirmative/Pernyataan, Penawaran, permintaan, dan pertanyaan jika kamu berharap pertanyaannya dijawab “Yes/ya”.
    Contoh:
    • - I have some friends to be visited next week.
    • - She borrowed some books at library.
  2. Any
    Digunakan untuk kalimat negatif atau pertanyaan.
    Contoh:
    • - Have you got any bananas? No, we haven’t got any. But we’ve got some oranges.
    • - Do you have any idea to solve this problem?
  3. Much
    Much digunakan untuk benda-benda yang tak dapat dihitung, dan untuk menghitungnya diperlukan suatu takaran/timbangan dan ukuran tertentu. Patokan suatu benda tidak dapat dihitung adalah jika untuk menghitungnya harus menggunakan alat bantu. seperti liter, rupiah, kilogram dsb.
    Contoh:
    • - You took too much sugar in your tea, it’s not good for your health.
    • - We need much sand to build a big building.
  4. Many
    Many digunakan untuk benda-benda yang bisa dihitung (countable noun)
    Contoh:
    • - How many fruit you take from refrigerator?
    • - Many people asked me if I have got married or not.
  5. A lot of
    A lot of bisa digunakan baik untuk benda yang bisa dihitung maupun yang tidak bisa dihitung. Artinya bisa digunakan untuk mengganti posisi Many.
    Yang membedakan dengan Many dan Much adalah bahwa kebiasaan penggunaannya. A lot of hanya biasa digunakan dalam kalimat positif.
    Contoh:
    • - I have a lot of friends who always stand by me.
    • - How much money do you have? I have a lot of money.
  6. A few
      A Few digunakan untuk menggambarkan jumlah atau kuantitas kata benda yang dapat dihitung           seperti book, friend, car dan table dalam format positif (memang sedikit tapi, cukup).
      Contoh:
                        - I met a few friends in that reunion (Hanya sedikit teman, tapi lumayan)

Friday, June 17, 2016

TOEFL, IELTS dan TOIEC


TOEFL,  IELTS dan TOIEC
Ada macam-macam program tes bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Program tes yang dikenal di Indonesia yaitu TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Ketiga macam tes itu dipakai untuk berbagai keperluan seperti untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri, bekerja di luar negeri, salah satu syarat masuk perguruan tinggi. Bahkan, beberapa perusahaan dan instansi pemerintah sudah mulai mensyaratkan pelamarnya untuk memiliki sertifikasi bahasa Inggris dengan nilai yang telah ditentukan. Nah, apa beda ketiga macam tes itu?
1.     TOEFL
                TOEFL singkatan dari Test of English as a Foreign Language dipakai untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bahasa Inggris. TOEFL diperuntukan bagi mereka yang hendak sekolah ke negara-negara English-American, seperti Amerika Serikat contohnya.
Ada tiga macam pilihan tes:
1)    PBT (Paper Based Test), yaitu kamu mengerjakan tes TOEFL di atas kertas. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, dan structure.
2)    CBT (Computer Based Test), yaitu kamu mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, structure dan ada tambahan writing.
3)    IBT (Internet Based Test), yaitu tes TOEFL kamu mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer yang terhubung ke internet. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, structure, writing dan ada tambahan speaking.
Adapun rentang skor TOEFL sebagai berikut.
Skor TOEFL PBT: 310 - 677.
Skor TOEFL CBT: 30 - 300.
Skor TOEFL IBT: 8 - 120.
Skor TOEFL berlaku selama 2 tahun. Jika lewat dari 2 tahun, kamu harus mengambil lagi tes TOEFL. Untuk bisa mengajukan beasiswa kuliah di luar negeri, skor TOEFL kamu minimal harus 550 (PBT).
2.     IELTS
           IELTS adalah tes empat keterampilan bahasa Inggris (Menyimak, Membaca, Menulis dan Berbicara) dan terus menetapkan standard untuk tes bahasa Inggris hari ini. Lebih dari 9.000 organisasi menerima hasil IELTS, mengakuinya sebagai indikator yang terjamin, valid dan terpercaya untuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan kenyataan untuk tujuan pendidikan, imigrasi dan pendaftaran profesional. Pada tahun 2013, lebih dari dua juta tes IELTS diselenggarakan di seluruh dunia.
Ada dua versi IELTS:
Academic Version (versi akademik) dan General Training Version (pelatihan umum):
Versi akademik diperuntukan mereka yang akan masuk perguruan tinggi dan para profesional seperti dokter atau perawat yang akan bekerja di negara pengguna British English.
Versi pelatihan umum diperuntukan mereka yang akan bekerja atau keperluan imigrasi (seperti pindah kewarganegaraan).
Materi tes IELTS ada 4, yaitu:
1)    listening (30 menit ),
2)    reading (1 jam),
3)    writing (1 jam), dan
4)    speaking (12-15 menit).
Secara keseluruhan, tes IELTS membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Rentang skor tes adalah IELTS: 1 - 9. Jika akan digunakan untuk keperluan sekolah ke Inggris Australia, Kanada, Selandia Baru maka skor IELTS yang dibutuhkan adalah 5,5 ke atas.
3.     TOEIC
             TOEIC adalah singkatan dari Test of English for International Communication, yaitu tes bahasa Inggis untuk komunikasi internasional. TOEIC lebih khusus diperuntukan orientasi pekerjaan. Jika kamu ingin bekerja di luar negeri atau perusahaan asing di Indonesia, maka kamu harus memiliki sertifikasi TOEIC.
            Materi tes TOEIC hanya listening dan reading. Tipe soal-soal TOEIC biasanya mengarah ke bisnis. Adapun rentang Skor TOEIC adalah 10 - 990.
            Agar kamu dapat bekerja di luar negeri, usahakan skor TOEIC kamu lebih dari 450.
TUJUAN TOEIC, TOEFL, dan IELTS
TOEIC   : Mengukur kemampuan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi di lingkungan global.
TOEFL  : Mengukur kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pendidikan.
IELTS   : Membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris. Program IELTS dirancang untuk mereka yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri.

Friday, June 3, 2016

Dream Future

When I was a kid I wanted to be a doctor or teacher, but when I was growing up, I know to be a doctor and that teachers have to have the very high, even school fees for a very expensive so I decided to search for other areas.
                 What is your opinion about the past?
Tell you about the past, I never want to talk about it, due to the past. don't have to regret or discuss.
                 Do you think you can get your past back?
Yes, i think. If I could go back to the past, I would fix mistakes that I did.
                 How will you prepare the best thing fpr the future?
To prepare the my future I was ready to be an entrepreneur, in accordance with the I learned in college. After graduating from college, I try to apply for a job, and try to open a small business.
Who knows could be a successful entrepreneur.